Ketegangan Israel-Iran & Krisis Global Bisa Dorong Harga Emas Tembus USD 3.700 — Siapkah Kamu Investasi Sekarang?

Ketegangan Israel-Iran & Krisis Global Bisa Dorong Harga Emas Tembus USD 3.700 — Siapkah Kamu Investasi Sekarang?

Ketegangan Israel-Iran Bisa Picu Lonjakan Harga Emas Dunia

Konflik yang memanas antara Israel dan Iran dinilai berpotensi mendorong harga emas dunia ke level tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar USD 3.700 per gram.

Pengamat emas Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa Israel dikabarkan tengah mempersiapkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Walaupun belum ada kesepakatan final, Iran disebut telah siap membalas jika terjadi serangan.

“Data intelijen menunjukkan bahwa Israel tengah mempersiapkan senjata untuk menyerang reaktor nuklir di Iran. Dan Iran pun sudah siaga untuk merespons,” ujar Ibrahim kepada Liputan6, Rabu (21/5/2025).


 

Harga Emas Diprediksi Sentuh USD 3.700

Saat ini harga emas berada di level USD 3.301 per gram dan mengarah ke level kunci USD 3.303. Jika level ini tertembus, harga diprediksi akan melesat ke USD 3.400, dan bahkan mencapai USD 3.700.

“Harga emas terus mengalami kenaikan sejak malam kemarin. Jika USD 3.303 dilewati, target selanjutnya adalah USD 3.400 hingga 3.700,” jelas Ibrahim.


 

Penurunan Peringkat Utang AS Jadi Pemicu Tambahan

Selain konflik geopolitik, penurunan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA1 oleh Moody’s turut memperlemah sentimen terhadap stabilitas fiskal Amerika. Ini memperkuat alasan investor memburu emas sebagai aset aman.

“Penurunan peringkat dari AAA ke AA1 dengan prospek negatif menandakan stabilitas fiskal AS mulai diragukan,” ujar Ibrahim.


 

Geopolitik Eropa dan Timur Tengah Panaskan Pasar

Tensi global makin tinggi. Negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Kanada tengah mempertimbangkan sanksi terhadap Israel atas operasi militernya di Jalur Gaza.

Sementara itu, AS juga menarik diri dari proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina karena merasa proses tersebut tidak membuahkan hasil.

“Amerika kecewa dengan hasil perundingan damai Rusia-Ukraina yang dianggap tak konkret. Perjanjian gencatan senjata kemungkinan hanya bersifat sementara,” jelasnya.